1. Efisiensi tenaga kerja
Pekerjaan berat seperti membajak, mencabut dan menanam bibit, serta memotong padi merupakan bagian terbesar kebutuhan tenaga dalam budidaya padi. Mesin memindahkan beban itu dari puluhan orang ke satu atau dua operator terlatih. Bagi petani, artinya tidak lagi berebut buruh tani di puncak musim; bagi desa, artinya muncul pekerjaan baru yang lebih terampil sebagai operator dan mekanik.
Efisiensi tenaga juga mengurangi risiko keterlambatan. Ketika buruh terbatas, panen bisa mundur beberapa hari — dan setiap hari keterlambatan berarti gabah rontok di sawah atau rebah karena hujan.